Mahasiswa PkM-BR Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Posko 24 mengadakan peringatan 10 Muharram dan santunan anak yatim piatu, Senin (08/08/2022). Kegiatan ini digelar bekerjasama dengan Muslimat NU dan Fatayat NU Ranting Gadingrejo bertempat di Halaman Rumah Ibu Tiyas.

Digelar pula pengajian umum dengan mendatangkan narasumber rektor Inaifas Kencong, Rijal Mumazziq Zionis, M.H.I. Dirinya menyampaikan bahwa wajib bagi kita sebagai umat islam menyantuni anak yatim, namun yang paling baik bukan hanya ketika bulan muharram saja.
“Setiap bulan biasakan sisihkan uang kita, sisihkan untuk anak yatim,” ujarnya.
Gus Rijal sapaan akrabnya, juga bercerita tentang sejarah Nabi Muhammad SAW sebagai anak yatim yang sejak kecil sudah ditinggal oleh ayahnya.

Adapun anak yatim piatu merupakan anak-anak desa Gadingrejo. Ketua Ancab Muslimat NU Umbulsari menyampaikan bahwa acara santunan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh ibu-ibu Muslimat dan Fatayat NU Gadingrejo.
“Semoga Muslimat NU Ranting Gadingrejo bisa selalu istiqomah dalam menjalankan semua kegiatannya,” ucapnya.
Dirinya berharap semoga kita semua dijadikan umat yang berkualitas tinggi sesuai ahlusunnah wal jamaah sesuai dengan tema yang kita usung pada kegiatan santunan anak yatim piatu ini.
Muhammad Syamsul Huda, salah satu mahasiswa posko 24 mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap anak yatim piatu.
“Ikut serta mensukseskan acara santunan anak yatim piatu dengan berkolaborasi dengan Muslimat dan Fatayat NU Gadingrejo karena merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk saling membantu sesama,” katanya.
Samsul menambahkan banyak poin penting dan manfaat yang kita petik dalam acara tersebut yakni lebih berbakti kepada orang tua selagi masih ada.
“Jangan sia-siakan mereka yang masih ada di dekat kita, dengan begitu kita bisa lebih menghargai sesama dan saling merangkul meringankan beban mereka khususnya anak yatim piatu,” tandasnya.
Di sela-sela kegiatan, juga digelar pembacaan puisi berjudul “Ibu dan Ayah” oleh mahasiswa PkM-BR. Tampak para tamu undangan terhipnotis akan keharuan dan rasa iba kepada para anak-anak yatim piatu.