Mahasiswa PkM-BR UAS Kencong Gelar Pelatihan Dakwah Medsos di Pesantren MHI Bangsalsari

Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Riset (PkM-BR) Universitas Al Falah Assunniyyah (UAS) Kencong Jember bersama tim media Pondok Pesantren (PP) Mambaul Khoiriyatil Islamiyyah (MHI) Desa Kedungsuko Bangsalsari Jember mengadakan pelatihan Dakwah Media Sosial (Medsos), Sabtu (29/08/2024).

Acara yang menghadirkan Pembina Media Pondok Jatim Agus Maulana Khotimul Asom sebagai narasumber ini dihadiri seluruh mahasiswa PkM-BR serta tim media pondok pesantren MHI sebagai peserta pelatihan yang dipusatkan di salah satu ruang kelas PP MHI

Nayla Nahdiyyah, salah satu mahasiswa PkM-BR UAS mengatakan, banyak di kalangan masyarakat mengikuti keviralan di Medsos tanpa mengetahui hukumnya secara syar’i, seperti membuka aurat fan lain sebagainya.

“Kita selaku santri harus ingkar dengan hal tersebut, maka dari itu kita yang tau ilmu agama harus bisa dakwah dengan memposting vidio Islami agar masyarakat tidak tersesat di Medsos,”jelasnya.

Sementara itu, Agus Maulana Khotimul Asom selaku Pembina di Media Pondok Jatim menyatakan, bahwa dakwah di media sosial sangat penting dipelajari di era sekarang. Hampir seluruh orang mulai dari kalangan anak, remaja, dewasa, orang tua, bahkan balita pun setiap waktu melihat sosmed dan meniru hal- hal yang dianggap viral.

“Banyak vidio keagamaan yang diposting oleh orang yang minim ilmu agamanya, sehingga banyak penyimpangan agama yang disela selain dalil Al Qur’an dan Hadist. Ada yang mengaku bisa bahasa semut, bahasa suryani, bahkan berani membenarkan perkataannya dengan mengkaitkan hadist nabi yang dia buat sendiri,” tutur Agus Maulana.

Ada pula konten, lanjut Agus Maulana, yang berani menyalahkan bahkan membodoh-bodohkan ulama’ seperti Ustadz Abdus Somat, Ustadz Adi Hidayat, Gus Baha, Guru Sekumpul dan ulama lain dengan mengkaitkan hadist nabi. Maka, kalangan Santri, Gus, Kiai, dan habaib yang tau ilmu agamanya tidak boleh berdiam diri.

Baca juga  INAIFAS Kembali Helat Ujian Skripsi

“Jangan hanya menyaksikan dakwah di Medsos dari orang yang minim agamanya. Maka, salah satu cara melawan dakwah yang menyimpang adalah dengan kita memposting vidio Islami, ceramah Islami, dan kata-kata Islami yang sesuai dengan ajaran syariat agama,” pungkasnya.

Penulis

Berita Terkini

Scroll to Top