Suku Kokoda Papua Jadi Target Lokasi ke-26 Da’i Mahasiswa UAS

Sorong, Papua Barat Daya – Universitas Al-Falah As-Sunniyyah (UAS) terus memperluas jangkauan program pengabdian Da’i Mahasiswa hingga ke berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Pada tahun 2026, UAS telah berhasil memberangkatkan mahasiswa da’i ke sekitar 24 titik pengabdian, mulai dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Beberapa lokasi tersebut meliputi wilayah Jember, Lumajang, Malang, Jambi, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Malaysia, hingga Thailand.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen UAS dalam mewujudkan visi sebagai kampus berjejaring internasional. Selain melalui program pengabdian, UAS juga aktif mengembangkan kolaborasi penelitian, pertukaran mahasiswa, beasiswa anak pulau, hingga program bagi mahasiswa asing.

Terbaru, Wakil Rektor II UAS, Dr. Akhmad Zaeni, mendampingi tiga Da’i Mahasiswa UAS dalam agenda pengabdian di Sorong, Papua Barat Daya. Lokasi pengabdian tersebut berada di Masjid Al-Munawwar, Katapop 1, Distrik Salawati, tepatnya di depan Armada 3. Selain itu, rombongan juga melakukan survei ke beberapa wilayah pemukiman Suku Kokoda yang direncanakan menjadi target lokasi Da’i Mahasiswa tahun 2027.

”Ada tiga mahasiswa kami yang akan bertugas untuk berdakwah disana, untuk melakukan pengabdian,” ujar Akhmad Zaeni, Rabu (13/05/2026).

Suku Kokoda atau Emeyode merupakan kelompok etnis asli yang mendiami wilayah Sorong Raya, Papua Barat Daya. Mereka tersebar di sejumlah wilayah seperti Inanwatan, Matemani, Kais, Kokoda, hingga beberapa kawasan di sekitar Kota Sorong. Sementara Distrik Kokoda sendiri berada di Sorong Selatan yang membutuhkan perjalanan cukup panjang dari Kota Sorong, yakni sekitar sembilan jam perjalanan yang ditempuh melalui tiga jam jalur darat dan enam jam menggunakan perahu.

Dalam agenda survei tersebut, tim UAS mengunjungi dua lokasi pemukiman Suku Kokoda. Lokasi pertama berada di kawasan Kota Sorong, tepatnya di sekitar Masjid Babul Jannah. Namun, berdasarkan masukan dari tokoh masyarakat setempat, wilayah tersebut dinilai belum direkomendasikan sebagai lokasi pengabdian mahasiswa karena kondisi sosial masyarakat yang masih cukup kompleks.

Baca juga  Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember Gelar Lomba Puisi dan Olimpiade Matematika untuk Meningkatkan Literasi dan Kemampuan Matematika Anak

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kampung Maibo, sebuah kawasan relokasi masyarakat Suku Kokoda yang mayoritas beragama Islam. Di kampung ini telah berdiri satu masjid yang selama ini kerap menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari kampus-kampus di Sorong selama kurang lebih empat minggu setiap tahunnya. Kampung Maibo juga telah memiliki fasilitas pendidikan tingkat sekolah dasar, sementara untuk jenjang SMP dan SMA, anak-anak harus melanjutkan pendidikan ke wilayah kota.

Di Kampung Maibo, tim UAS juga bertemu dengan mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN). Dari pertemuan tersebut, diperoleh banyak informasi mengenai kondisi sosial, pendidikan, dan potensi pengabdian di wilayah tersebut. Masyarakat Kampung Maibo pun menyambut baik rencana kehadiran mahasiswa pengabdian maupun guru relawan. Bahkan, warga telah menyediakan kamar singgah di samping masjid untuk mendukung para pengabdi yang datang ke kampung tersebut.

Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika tim berbincang dengan Fakhur, siswa kelas 2 SD asal Suku Kokoda. Fakhur mengaku merupakan anak ke-10 dari 11 bersaudara dan saat ini sudah mampu mengaji hingga jilid 2. Ia juga telah menghafal beberapa doa pendek, seperti doa sebelum makan dan doa sebelum tidur.

Sementara itu, Masjid Al-Jabal yang berada di dekat Kampung Maibo diketahui belum berfungsi secara optimal. Masjid tersebut umumnya hanya ramai saat salat Jumat dan sesekali digunakan untuk salat Maghrib berjamaah.

Melalui hasil survei ini, UAS berharap dapat mengirimkan dua Da’i Mahasiswa untuk melakukan pengabdian di Kampung Maibo, Suku Kokoda, pada tahun mendatang. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat pendidikan keagamaan, pemberdayaan masyarakat, serta menghadirkan semangat kolaborasi dan kemanusiaan di wilayah Papua Barat Daya.

Baca juga  Inaifas Alih Status Jadi Universitas, Kini Tambah 4 Prodi Baru

Penulis

Berita Terkini

Scroll to Top