
KENCONG, JEMBER- Salah satu kewajiban atau tridarma perguruan tinggi adalah melakukan pengabdian masyarakat. Prinsip inilah yang melatarbelakangi salah satu tim PkM-BR Universitas Al-Falah As-Suniah (UAS) melakukan program pelatihan bertani dengan metode Hidroponik yang menyasar para santri putri di Pondok Pesantren (Ponpes) As-Sunniyyah.
“Kita dampingi santri bagian pertanian untuk membuat inovasi dalam pertanian di pondok As-Sunniyah putri,” terang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) tim PkM-BR UAS, Akhmad Zaeni, Kamis (5/9/2024).
Adapun program pelatihan itu meliputi, pengenalan tumbuhan, dan tata cara menanam metode hidroponik hingga masa panen. Mereka juga memberikan pendampingan berupa pembuatan media tanam.
“Setelah itu kita akan mendampingi dalam pemberian pupuk Ab-mix, setiap dua atau tiga hari sekali. Tentunya dengan menyesuaikan PH dan PPN air,” ungkap salah satu mahasiswa yang terlibat, Niza Afkarina.
Dalam pelatihan ini, para mahasiswa memilih tanaman pakcoy untuk menjadi sampel pelatihan. Sebab, tanaman pakcoy memiliki masa pertumbuhan yang relatif singkat, yakni selama 40 hari. Sehingga pendampingan dapat dilakukan hingga masa panen berlangsung.
“Untuk Sekarang tahapan pendampingan sudah mencapai pemindahan bibit pada media tanam, ini sudah berkisar 30% dari target masa panen,“ tutur salah satu mahasiswa yang juga sebagai peserta PkM-BR, Atina.
Gayung bersambut, pelatihan ini pun mendapat respon yang cukup baik oleh pihak pesantren. Sebab, pendampingan ini merupakan pembelajaran bersisi praktek yang pertama dilakukan oleh para santri. Kedepan mereka berharap bahwa pelatihan penanaman ini dapat terus dikembangkan di pesantren.
“Mereka sangat senang ya, karena juga pengalaman pertama praktek menanam menggunakan media tanam air. Mereka sangat semangat hingga berencana untuk menanam stoberi,” pungkas Putrigita, yang juga peserta PkM-RB.