
JAMBI – Universitas Al-Falah Assunniyah (UAS) Kencong melalui program dakwah bil-hal berhasil merampungkan pembangunan Sumur Nahdlatul Ulama (NU) di hunian komunitas muallaf Suku Anak Dalam, Rimba Sarolangun, Jambi. Proyek ini menjadi solusi bagi kebutuhan air bersih masyarakat setempat sekaligus mendukung penguatan dakwah di wilayah tersebut.
Pembangunan sumur yang dimulai beberapa waktu lalu sempat menghadapi tantangan teknis. Dua kali pengeboran menggunakan mesin gagal mencapai sumber air karena tanah longsor di kedalaman 40 meter. Namun, melalui penggalian manual, sumber air ditemukan di kedalaman 6 meter. Proses ini dilakukan di tengah kebun sawit milik warga transmigran, dengan total biaya mencapai Rp 21.221.000.
Air dari sumur ini kini mengalir ke Masjid At-Taqwa, rumah dinas dai mahasiswa, dan hunian warga muallaf. Sebelumnya, masjid dan rumah warga hanya mendapatkan air dengan kualitas yang sangat keruh. Hibah Panel Listrik Tenaga Surya dari seorang donatur di Jakarta, Mas Temon Soejadi, juga memberikan dukungan tambahan untuk mempermudah aktivitas dakwah di lokasi ini.
Rektor UAS, Dr. Rijal Mumazziq Z, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim di lapangan. Salah satu dai mahasiswa UAS, Ali Mashan Abbas, memimpin upaya dakwah di kawasan tersebut. Sementara itu, Ahmad Rosadi, dai mahasiswa lainnya, harus kembali ke Jember untuk menjalani perawatan kesehatan setelah bertugas di Kecamatan Singkut.
“Pembangunan Sumur NU di Jambi telah rampung 100 persen. Sisa dana dari kontribusi para aghniya akan digunakan untuk proyek serupa di Pulau Buru, Maluku, yang akan dimulai pada Ahad mendatang, insyaAllah,” ungkap Rijal.
Program pembangunan sumur ini merupakan bentuk dakwah kolaboratif dan solutif yang terus digalakkan oleh UAS Kencong. Dengan hasil yang signifikan di Jambi, kampus ini berharap dapat memperluas jangkauan manfaat dakwah hingga ke berbagai wilayah lain di Indonesia.