Hadiah Dari Tuhan ; Sebuah Kesan Kuliah di INAIFAS

Oleh : Moh. Ferdi Hasan, S.Pd.

Bismillahirrohmanirrohim, dengan segala kebanggaan dan kebahagiaan, hal pertama yang akan saya sampaikan atas kelulusan saya di INAIFAS adalah rasa syukur, karena tuhan telah menakdirkan INAIFAS sebagai wahana proses pendidikan sarjana bagi diri saya.

Pada tahun 2017 ketika saya tidak diterima disalah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia (Katanya), saya sangat kecewa, bahkan sampai pada titik menyalahkan Tuhan, mengapa Tuhan tidak mengabulkan doaku, mengapa Tuhan menyianyiakan perjuanganku dan mengapa Tuhan tidak adil pada diriku.

Disela sela suasana hati mencekam itu, pada pagi hari datanglah beliau guru saya (Ust. Nidhom) menasehati seraya mengajak saya untuk berjuang bersama di Madrasah, yang mana madrasah tersebut merupakan tempat saya menuntut ilmu dahulu (MIBU 05 Kalimalang). Disamping itu, guru saya juga menyarankan untuk kuliah di INAIFAS dan mengambil jurusan PGMI, hingga pada titik saya benar benar kuliah.

Ketika saya memasuki kampus INAIFAS, hati bergetar seakan akan do’a saya baru saja terkabul, antusiasme, semangat belajar dan rasa bahagia menyelimuti ketika itu. Ternyata firasat yang saya rasakan bukan hanya firasat, akan tetapi itu memanglah sebuah jawaban dengan versi yang lebih baik dari apa yang saya minta.

Pada hari pertama masuk, secara tidak terduga saya masuk menjadi peserta tes terbaik Mahasiswa, sehingga dengan demikian saya dapat jaminan gratis SPP 8 Semester, hal itu sangat membahagiakan, mengingat kondisi keuangan yang tidak terlalu bagus.

Memasuki meja perkuliahaan, saya sangat menikmati, dan mensyukurinya, karena ketika saya melaksanakan perkuliahan di INAIFAS, seakan akan mendapatkan semua yang saya inginkan, bahkan melebihi dari itu.

Baca juga  Islam dan Cara Penyampaian Ajarannya

Di INAIFAS saya sangat berkembang, hampir disegala bidang mulai dari pola pikir, cara bertindak, soft skill dan yang lainnya. Di INAIFAS saya menemukan pimpinan yang sangat luar biasa, beliau Gus Rijal Mumazziq M.H.I, Rektor INAIFAS yang sangat cerdas, produktif serta jenaka, Wakil Rektor 1, Bapak Dr. Asnawan, M.Si, orangnya sangat visioner, memiliki kemampuan organisasi yang sangat bagus.

Wakil Rektor 2 Ust. Akmad Zaini, M.Pd, beliau sangat mengerti dengan orang lain, sering membantu mahasiswa ketika memiliki permasalahan keuangan. Selanjutnya, Wakil Rektor 3 Bapak Mohammad Dasuki, M.Pd, beliau sangat luar biasa, memiliki kemampuan negosiasi dan manajemen yang sangat bagus.

Di INAIFAS saya juga menemukan dosen yang sangat luar biasa seperti Ibu Kaprodi PGMI Ibu Mar’atus sholihah, Ibu Balqis, Ibu Mutmainah, Ibu Khurin, Ibu Yovita dan Lainnya. Selain itu staf dan karyawan di INAIFAS sangat ramah, baik dan profesional.

Di INAIFAS saya menemukan role model yang dapat dijadikan acuan untuk memompa diri, beliau adalah Dr. Fauzan Adhim, saya biasa menyebutnya mas fauzan didepan teman teman, dengan tujuan dapat mendekatkan secara emosional. Dengan menjadikannya role model, diri saya menjadi lebih hidup dan seakan akan dibisiki “kau jauh lebih baik dari dia”, sehingga dengan demikian, saya terus menjadi manusia berkualitas hari demi hari.

Di INAIFAS saya juga dapat berproses dalam bidang kepemimpinan dan keorganisasian dengan sangat cepat, melalui bimbingan senior seperti Sinta Bella, Susiani, Ummu dan Gandis, serta rekan perjuangan yang sangat menginspirasi seperti Habib, Nurma, Latif dan Muhsin, sehingga dengan itulah diri saya menjadi manusia yang progresif disetiap harinya.

Tak lupa seluruh teman sekelas PGMI merupakan teman belajar yang sangat ideal, teman sekelas yang rata rata sudah menjadi pengajar, dapat diajak berdiskusi secara teoritis dan praktis, selain itu karakter yang berbeda beda membuat saya belajar banyak hal dan menjadikannya bahan yang lebih baik, terimakasih edo, sinta, qomariah, desy, lia, supri, latif, eva, nova, warda dan kawan-kawan lainnya.

Baca juga  PERTIWI BELUM KEMBALI PADA PRIBUMI

Di akhir kalimat, saya ingin mengatakan “Terimakasih untuk semuanya, INAIFAS telah menghantarkanku, jauh dari yang aku fikirkan. Aku mungkin akan tenggelam dan tidak menjadi seberkualitas sekarang jika tidak disini.

Sekali lagi, “INAIFAS Always in My Heart”

Beradab, Berilmu dan Berdakwah.

Penulis

Berita Terkini

Scroll to Top