
Jember – Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Al Falah As-Sunniyah (UAS) Jember, Moh. Ferdi Hasan, bersama mahasiswa Siti Faizatul Ilma, menghasilkan karya ilmiah berjudul Nurturing Potential: Evidence-Informed Strategies for Early Intervention, Mental Health, and Community Well-Being. Karya tersebut menawarkan model intervensi dini yang mengintegrasikan promosi kesehatan mental dan penguatan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan berbasis bukti (evidence-informed approach).
Artikel ilmiah tersebut diterbitkan dalam Abstracts Book International Congress on Early Intervention & Well-Being (EIWB) 2026, sebuah forum ilmiah internasional yang diikuti akademisi dari 48 negara dengan total 235 abstrak terpilih. Karya Moh. Ferdi Hasan dan Siti Faizatul Ilma tercatat sebagai salah satu kontribusi ilmiah dari Indonesia dalam publikasi tersebut.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan antara hasil riset, kebijakan, dan praktik di lapangan dalam mendukung tumbuh kembang anak dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian dirancang untuk mengidentifikasi strategi berbasis bukti yang mampu mengintegrasikan intervensi dini, kesehatan mental, dan kesejahteraan komunitas secara holistik.
Menggunakan pendekatan mixed methods, penelitian dilakukan melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam, dan kuesioner yang melibatkan anak-anak usia 4–12 tahun, orang tua, guru, serta tenaga kesehatan dalam berbagai program intervensi berbasis komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi komponen kesehatan mental dalam program intervensi dini secara signifikan meningkatkan perkembangan sosial-emosional anak sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.

Penelitian ini juga mengidentifikasi tiga faktor utama yang menentukan efektivitas program, yaitu pendekatan berbasis kekuatan (strengths-based approach), responsivitas terhadap konteks sosial dan budaya, serta kemitraan multisektor yang melibatkan keluarga, sekolah, dan layanan kesehatan. Temuan tersebut menegaskan bahwa pengembangan potensi individu memerlukan ekosistem pendukung yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berpusat pada manusia.
Menurut Moh. Ferdi Hasan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pengambil kebijakan, institusi pendidikan, dan praktisi dalam merancang program intervensi dini yang lebih inklusif dan berdampak luas.
“Intervensi dini dan promosi kesehatan mental tidak dapat dipisahkan. Keduanya harus dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak dan didasarkan pada bukti ilmiah agar mampu menghasilkan perubahan yang berkelanjutan bagi individu, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.
Melalui publikasi ini, Universitas Al Falah As-Sunniyah kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global melalui riset yang menekankan pentingnya integrasi intervensi dini, kesehatan mental, dan kesejahteraan masyarakat dalam membangun kualitas kehidupan yang lebih baik.