Kolaborasi UAS Kencong: Workshop dan MoU untuk Pemberdayaan Anak Disabilitas di MI 2 Jombang

Kencong, Jember – Universitas Al-Falah As-Sunniyah (UAS) Kencong menggelar workshop bertema “Pemberdayaan Melalui Keterampilan Kreatif untuk Mengembangkan Pengetahuan dan Bakat Anak Penyandang Disabilitas” di MI 2 Jombang, pada Sabtu (11/12/2024). Acara ini juga menjadi momen penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UAS Kencong, MI 2 Jombang, dan Persatuan Penyandang Disabilitas dan Center Advokasi (PERPENCA).

Workshop ini diinisiasi oleh Khurin In Ratnasari, Kaprodi Tadris Matematika UAS Kencong, bekerja sama dengan Kaprodi PGMI UAS, dosen Tadris Matematika, dosen PGMI, MI 2 Jombang, dan PERPENCA. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pendidikan inklusi sekaligus mempererat sinergi antara perguruan tinggi, lembaga sekolah, dan komunitas disabilitas.

Kepala MI 2 Jombang, Muhammad Nasyikin, S.Pd.I., dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai workshop semacam ini sangat diperlukan untuk mendukung para tenaga pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini. Ke depan, kami ingin ada pelatihan intensif, pendampingan komunitas, dan pengembangan kebijakan pendidikan inklusi yang lebih baik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Kaprodi PGMI UAS Kencong, Maratus Sholihah, yang menekankan bahwa MI 2 Jombang adalah salah satu madrasah inklusi di Kabupaten Jember yang sudah menjalin kerja sama dengan UAS Kencong. “Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi dan madrasah untuk memberikan layanan pendidikan yang setara bagi semua siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus,” jelasnya.

Sementara itu, Khurin In Ratnasari selaku penyelenggara menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini, khususnya kepada MI 2 Jombang dan PERPENCA.

“Kami merancang kegiatan ini untuk memberikan dampak positif langsung kepada pendidik dan komunitas disabilitas. Semoga ke depannya program ini terus berlanjut, misalnya melalui pelatihan lanjutan dan pengembangan modul pembelajaran yang inklusif,” katanya.

Baca juga  HMPS PGMI INAIFAS Sambung Hubungan Bilateral Dengan HMPS PGMI STAI At-Taqwa Bondowoso

Workshop ini juga menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ketua Dewan Pertimbangan PERPENCA, Asrorul Mais, ST., S.Pd., M.Pd., dan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Argopura Jember.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, adil, dan setara bagi seluruh siswa, khususnya siswa penyandang disabilitas.

Penulis

Berita Terkini

Scroll to Top