6 Mei 2020

Perempuan Ahli Hadits asal Indonesia

Oleh: Rijal Mumazziq Z (Rektor INAIFAS Kencong Jember) Di dalam ‘Iqdul Farid, tsabat alias catatan matarantai keilmuan yang disusun oleh Syekh Yasin bin Isa al-Fadani, terdapat satu nama yang mencorong. Ulama di jalur transmisi pengajaran Shahih Bukhari yang diterima Syekh Yasin semua laki-laki, tapi dia sendirian. Dia perempuan, namanya Syaikhah Fatimah binti Abdusshamad al-Falimbani. Ya, nama ini ada di urutan […]

Perempuan Ahli Hadits asal Indonesia Read More »

Kiai Ghufron Faqih dan Jejaring Tebuireng di Surabaya

Oleh: Rijal Mumazziq Z (Rektor INAIFAS Kencong Jember) Ketika Kota Malang jatuh ke tangan Sekutu, 23 Juli 1947, Bung Tomo mengurus dua kurir menyampaikan kabar ini kepada KH. M. Hasyim Asy’ari. Saat itu, Kiai Hasyim sedang ngobrol dengan KH. Adlan Aly dan KH. Ghufron Faqih, pimpinan Barisan Sabilillah Surabaya. Di film Sang Kiai (2013), sosok

Kiai Ghufron Faqih dan Jejaring Tebuireng di Surabaya Read More »

Di Bandara Soetta, Berjumpa Kiai yang Punya 200 Karya

Oleh: Rijal Mumazziq Z (Rektor INAIFAS Kencong Jember) Di Jombang, ada KH. A. Aziz Masyhuri (1942-2017), ulama yang telah menulis lebih dari 200 karya, baik berbahasa Arab maupun Indonesia. Beliau menguasai beragam cabang ilmu: dari fiqh, tafsir, tasawuf, dan lain-lain. Tak hanya itu, beliau juga jagoan Bahtsul Masail sejak muda. Ini di antara alasan KH.

Di Bandara Soetta, Berjumpa Kiai yang Punya 200 Karya Read More »

Catatan Seputar Mualaf: dari Yahya Waloni hingga Martin Lings

Oleh: Rijal Mumazziq Z (Rektor INAIFAS Kencong Jember) Beberapa tahun silam di Jember ada mualaf. Kabarnya mantan pemeluk Hindu. Dia sering bertamu ke beberapa tokoh agama dan bercerita soal hidayah yang dia raih. Sambil dengan halus minta fulus. Awalnya sih oke. Tapi kalau tiap bulan nodong “jatah” sembari mengandalkan status mualafnya, padahal secara fisik masih

Catatan Seputar Mualaf: dari Yahya Waloni hingga Martin Lings Read More »

KH. A. Aziz Masyhuri dan Para Penjaga Ingatan

Oleh: Rijal Mumazziq Z (Rektor INAIFAS Kencong Jember) Di Indonesia, ada tiga orang penyelamat dokumen-arsip alias dokumentator yang saya kagumi. Pertama, Des Alwi. Anak didik Bung Hatta dan Sutan Sjahrir ini dikenal gigih mendokumentasikan hal-hal yang berkaitan dengan sejarah bangsa Indonesia, khususnya saat era revolusi fisik. Selain menjadi pelaku sejarah, ketekunannya mengumpulkan dokumentasi (foto, rekaman

KH. A. Aziz Masyhuri dan Para Penjaga Ingatan Read More »

NU Sering Terlambat, Tapi…..

Oleh: Rijal Mumazziq Z (Rektor INAIFAS Kencong Jember) Secara organisatoris, NU berdiri pada 16 Rajab 1344 H atau bertepatan dengan 31 Januari 1926. Artinya, ormas ini berusia 97 tahun dalam hitungan hijriyah, dan 94 tahun dalam hitungan masehi. Secara matematis, NU sudah tua dengan berbagai dinamikanya. Di Indonesia sendiri ada beberapa ormas Islam yang sudah

NU Sering Terlambat, Tapi….. Read More »

Tiga Jurus Kunci Gus Dur

Oleh: Rijal Mumazziq Z (Rektor INAIFAS Kencong Jember) Ada tiga jurus kunci yang digunakan Gus Dur dalam bersikap: keIslaman, keIndonesiaan dan Kemanusiaan. Di dalam aspek keislaman, sebagai pemikir yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, sikap Gus Dur jelas memperjuangkan fikrah Nahdliyyah, antara lain: Fikrah tawassuthiyyah (pola pikir moderat) yang senantiasa bersikap tasamuh (toleran), tawazun (seimbang-proporsional), dan i’tidal (adil). Selain itu ada Fikrah Tasamuhiyyah alias pola pikir

Tiga Jurus Kunci Gus Dur Read More »

Gus Dur Sebagai Kata Kunci

Oleh : Rijal Mumazziq Z (Rektor INAIFAS Kencong Jember) Mas Abdul Wahab, ketika memulai dakwahnya di pelosok Papua, justru diberi fasilitas sebuah rumah yang biasa digunakan sebagai basecamp. Pemiliknya adalah Bapak Antonius Rahail, seorang Katolik taat. Mengapa Pak Antonius menyediakan rumahnya sebagai fasilitas penunjang pendidikan dan dakwah muslim? Jawabannya: karena Gus Dur. Ya, nama terakhir

Gus Dur Sebagai Kata Kunci Read More »

Kiai Wahab Turcham: Penggerak Pendidikan Perempuan dari Surabaya

Oleh: Rijal Mumazziq Z (Rektor INAIFAS Kencong Jember) Nama ini tidak banyak dikenal, apalagi nasional, di Surabaya saja, di mana dia berjuang, namanya tidak banyak dikenal. Saya sowan sana sini untuk mencari tahu lebih dalam, hasilnya masih dangkal. Karena itulah, catatan saya ini teramat pendek, untuk sosok yang sanad ilmu dan jejaring sosialnya cukup kuat.

Kiai Wahab Turcham: Penggerak Pendidikan Perempuan dari Surabaya Read More »

Humor Gelap Gus Dur, Ustaz Abdul Somad, dan Kehidupan Agama Kita

Gus Dur punya stok humor gelap (dark joke) yang komplit, baik yang berkisah agama, etnis, dan tentu saja humor gelap yang menghina diri sendiri. Khusus dua hal yang disebut pertama, agama dan etnis, jika dijadikan humor bisa menyinggung, atau bahkan bikin marah sebagian pemeluk agama, atau etnis tertentu. Tapi, hingga kini humor gelap Gus Dur

Humor Gelap Gus Dur, Ustaz Abdul Somad, dan Kehidupan Agama Kita Read More »

Scroll to Top