
Kencong, Jember – Universitas Al-Falah As-Sunniyah (UAS) Kencong, Jember, menggelar kegiatan pembinaan bagi dosen yang dihadiri langsung oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phill. Sahiron Syamsudin, M.A., Selasa (7/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sahiron sekaligus menyampaikan peresmian Program Doktor (S3) Studi Islam Universitas Al-Falah As-Sunniyah sebagai tonggak baru pengembangan pendidikan tinggi di lingkungan kampus berbasis pesantren tersebut.
Dalam pembinaannya, Prof. Sahiron menyampaikan bahwa angka partisipasi kasar masyarakat Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi saat ini masih berada di kisaran 36 persen. Karena itu, menurutnya, keberadaan perguruan tinggi swasta, khususnya yang berada di bawah naungan pesantren, memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa pemerintah mengakui besarnya kontribusi yayasan pesantren dalam membangun pendidikan nasional. Oleh sebab itu, Kementerian Agama terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada PTKI swasta, salah satunya melalui percepatan pendirian perguruan tinggi maupun pembukaan program studi.
“Kontribusi yayasan pesantren terhadap pendidikan di Indonesia sudah sangat jelas. Karena itu pemerintah harus berterima kasih dengan memberikan pelayanan yang maksimal, termasuk mempermudah proses pembukaan program studi di perguruan tinggi pesantren,” ujarnya.
Prof. Sahiron menjelaskan, sejak menjabat sebagai Direktur Diktis, pihaknya telah mempercepat berbagai layanan kelembagaan. Hingga saat ini, sekitar 100 proses pendirian dan alih status perguruan tinggi telah diselesaikan, sementara pembukaan program studi telah mencapai sekitar 300 program studi. Menurut perhitungannya, jumlah program studi baru di PTKI swasta bahkan telah mencapai sekitar 450 program studi, di luar PTKI negeri.
Menurutnya, percepatan layanan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap dedikasi para kiai dan yayasan dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Pada kesempatan itu, Prof. Sahiron juga mengumumkan bahwa Program Doktor (S3) Studi Islam Universitas Al-Falah As-Sunniyah resmi memperoleh izin penyelenggaraan. Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti keseriusan UAS dalam membangun mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
“Alhamdulillah, As-Sunniyah sudah turun Program Doktor (S3) Studi Islam. As-Sunniyah merupakan lembaga perguruan tinggi yang sangat serius dalam pembinaan sumber daya manusianya,” ungkapnya.
Dengan hadirnya Program Doktor Studi Islam, Universitas Al-Falah As-Sunniyah diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang mampu mencetak sumber daya manusia unggul serta berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Islam di Indonesia.