
Kencong, Jember – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Al-Falah As-Sunniyah (UAS) Kencong menggelar Workshop Storytelling Berbasis Artificial Intelligence (AI) pada Jumat (10/7/2026) di Aula KIP Lantai 3 UAS Kencong. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, guru, dan pemerhati pendidikan anak usia dini sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran yang kreatif dan interaktif.
Workshop bertajuk “Mewujudkan Pembelajaran Kreatif di Era Digital” tersebut menghadirkan Dr. Akhmad Rudi Mashrukin, M.Pd., C.Hp., C.Ps., C.I.Ps. sebagai narasumber.
“Peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai pemanfaatan AI dalam menyusun storytelling, tetapi juga praktik langsung mengoptimalkan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran digital di kelas,” jelas Rudi Masrukhin, Jumaat (10/7/2027)
Ketua Program Studi PIAUD UAS Kencong, Rizqiyah Ratu Balqis, M.Pd., mengatakan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi profesi guru. Sebaliknya, AI dapat menjadi mitra yang membantu guru menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi anak.
“Di era AI, menjadi guru bukan berarti kalah dengan teknologi. Justru sebaliknya, guru perlu belajar memanfaatkannya untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif dan bermakna,” ujarnya.
Menurutnya, workshop ini dirancang agar peserta mampu menghasilkan cerita pembelajaran yang menarik dengan bantuan AI sekaligus mengintegrasikannya melalui perangkat Interactive Flat Panel. Dengan demikian, proses belajar di kelas menjadi lebih interaktif dan mampu meningkatkan minat belajar anak usia dini.
“Di tangan guru yang kreatif, teknologi bukan pengganti, melainkan sahabat untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih hidup bagi anak-anak,” tambahnya.
Rizqiyah berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan. Melihat tingginya antusiasme peserta, Prodi PIAUD UAS berencana menyelenggarakan workshop lanjutan dalam beberapa batch agar semakin banyak guru yang memiliki kompetensi digital dan mampu mengimplementasikan AI secara bijak dalam pembelajaran.
“Semoga kegiatan hari ini menjadi ruang belajar, berbagi inspirasi, dan melahirkan lebih banyak pendidik yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Jika antusiasme peserta terus tinggi, kami berencana menghadirkan workshop batch kedua, ketiga, dan seterusnya agar manfaatnya semakin luas,” ungkapnya.
Lebih jauh, Rizqiyah menegaskan bahwa pengembangan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan inovatif merupakan bagian dari visi besar Prodi PIAUD UAS Kencong.
“Kami ingin Universitas Al-Falah As-Sunniyah menjadi pusat pengembangan pendidikan anak usia dini, khususnya dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman.”
Melalui workshop ini, UAS Kencong kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak pendidik yang tidak hanya unggul secara pedagogis, tetapi juga adaptif terhadap transformasi digital.
Ia berharap, lulusan dan para praktisi pendidikan mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan tetap berorientasi pada kebutuhan perkembangan anak di era teknologi.