
Kencong, Jember – Salah satu TPQ binaan sekaligus yang dikelola Dai Mahasiswa Universitas Al Falah Assunniyah (UAS) Kencong Jember menerima sumbangan untuk peningkatan fasilitas. TPQ tersebut adalah TPQ Miftahul Jannah, sumbangan diberikan pada Senin, (24/9/2024). Sumbangan tersebut burupa lima dampar ngaji yang dibeli dari sumbangan donatur dari Surabaya.
“Kemarin, bersama Mas Irfan Faris Hidayatullah, Ketua Ranting GP Ansor Jombang, saya menyalurkan bantuan 5 dampar ngaji yang dibeli dari hasil urunan aghniya; lemari plastik dan dua karpet pemberian Bu S di Surabaya, juga papan tulis, spidol, buku absen, penggaris dan lainnya yang dibeli dari uang titipan Mas IS di Semarang,” jelas Rektor UAS, Rijal Mumazziq.
TPQ ini relatif baru berdiri, tepatnya pada saat mahasiswa menjalani program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset (PkM-BR) Juli-Agustus lalu. Lokasinya di Dusun Rigasen Mundurejo Umbulsari Jember. Nama Rigasen berdasarkan istilah Irrigation, lantaran di pinggir sungai Tanggul dan ada irigasi di dusun ini.
“Inilah satu satunya TPQ di dusun tersebut. Santrinya saat ini ada 15. Alhamdulillah,” ungkapnya lagi.
Secara geografis Rigasen lebih dekat dengan Desa Pondok Waluh Kencong. Setidaknya ada 70 KK, dan 1 Masjid. Adapun penamaan Miftahul Jannah didasari lantaran diawal pendirian masjid jamaah tidak genap 40. Hingga akhirnya pihak Ranting NU Mundurejo menghimbau warga dusun lain shalat Jumat di masjid tersebut. Saat itu, Ketua takmir, Zainuri, mengatakan bahwa di desa tersebut tidak ada TPQ. Hanya ada ngaji al-Qur’an bagi anak dan remaja, yang berlangsung bakda magrib.
“Itupun yang ikut naik turun kehadirannya. Kadang 5, paling banter 10. Sebagian besar anak anak mengaji TPQ di desa Pondok Waluh, harus nyeberang kali dan jalan besar,” imbuhnya.
Hngga akhirnya, agar anak anak tidak terlalu jauh, maka TPQ Miftahul Jannah dirintis. Saat ini lokasi TPQ ini ada di rumah Pak Subandi, salah satu warga. Rintisan TPQ ini akan menjadi binaan kampus UAS. Skemanya, 2 mahasiswa yang ikut PKMBR akan ditugaskan menjadi perintis dan pengajar.
“Mas Bagus dan Mas Syahrul kami tugaskan menjadi perintis dan pengajar. Juga dibantu Mas Faiq, mahasiswa baru peraih beasiswa Tahfidzul Qur’an yang juga santrinya Ustadz Heri Purwanto dan Mas Rofi’, yang juga santrinya Ustadz Heri di Madrasatul Qur’an Sunan Ampel Jombang Jember,” jelasnya lagi.
Adapun hingga saat ini, total terdapat lima TPQ binaan oleh mahasiswa UAS. Diantaranya adalah TPQ Nurul Falah Jadukan Tendas Mojosari, TPQ Hubbul Qur’an Pulau Rhun Banda Maluku Tengah, TPQ al-Mahdi Aeteke Hobatua Lio Timur Ende Flores NTT, TPQ Nur Muallaf Dusun Ngade Bawah Pulau Buru Maluku, TPQ Miftahul Jannah Rigasen Mundurejo Umbulsari.
“Inilah yang saya harapkan, mahasiswa berperan aktif dan istiqomah dalam berbagai program pemberdayaan dan pendidikan keummatan. Bukan hanya KKN 40 hari selesai melainkan berkelanjutan sembari melakukan pengkaderan calon ustadz dari warga setempat,” pungkasnya.